BEKASI, InfoSAWIT – Tantangan industri perkebunan kelapa sawit ke depan tidak hanya berkaitan dengan produktivitas dan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti perubahan industri. Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE), Nugroho Kristono, dalam acara Wisuda Sarjana Terapan Angkatan IV dan Ahli Madya Angkatan XVIII Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE) di Harris Hotel Convention Hall, Kota Bekasi, dihadiri InfoSAWIT, Minggu (27/9/2026).
Pada kesempatan tersebut, Poltek Kelapa Sawit CWE meluluskan 248 mahasiswa dari lima program studi. Para lulusan diharapkan tidak hanya memasuki dunia kerja, tetapi juga membawa kompetensi dan inovasi untuk menjawab kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit nasional.
Nugroho menegaskan bahwa kelulusan bukan menjadi titik akhir perjalanan pendidikan. Menurutnya, perubahan teknologi dan dinamika industri berlangsung cepat sehingga para lulusan perlu mempertahankan semangat belajar dan kemampuan beradaptasi.
BACA JUGA: Bukan Sekadar Pintar, Ini 3 Karakter yang Diminta Poltek Sawit CWE dari Calon Pemimpin Industri
Pesan tersebut menjadi penting karena industri perkebunan kelapa sawit menghadapi kebutuhan tenaga profesional pada berbagai bidang, mulai dari budidaya tanaman, pengolahan hasil, manajemen logistik, teknologi produksi, hingga pengembangan perangkat lunak.
Karena itu, lulusan pendidikan vokasi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas, etika kerja, profesionalisme, dan soft skills yang mendukung aktivitas di dunia kerja.
“Jangan pernah berhenti untuk belajar, meningkatkan kompetensi, serta mengasah keterampilan hidup agar Saudara tetap relevan dan berdaya saing global,” kata Nugroho.
BACA JUGA: Wisuda Poltek Kelapa Sawit CWE: Lulusan Diburu Industri, 86 Orang Sudah Terserap
Ia juga mengajak para lulusan untuk melihat industri sawit tidak semata-mata sebagai ruang untuk membangun karier pribadi. Para alumni diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perubahan melalui inovasi dan solusi yang mendukung keberlanjutan industri serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Nugroho, kontribusi tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan sektor kelapa sawit Indonesia. Ia bahkan mengaitkannya dengan momentum Indonesia Emas 2045, ketika para lulusan yang kini memulai karier diproyeksikan telah berada pada fase penting dalam perjalanan profesionalnya.
“Di pundak Saudara lah, 19 tahun ke depan, saat puncak karier Saudara dan peringatan 100 tahun Kemerdekaan RI pada tahun 2045, Indonesia Emas bidang perkelapasawitan akan terbukti kemajuannya,” ujarnya.
BACA JUGA: Nilai CPO Malaysia Oktober 2026 Naik, Harga Acuan Bea Keluar Ditetapkan RM4.452,66 per Ton
Penguatan SDM tersebut juga didukung melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian atas sinergi serta dukungan pengembangan SDM sawit, termasuk melalui program beasiswa.
Poltek Kelapa Sawit CWE juga bekerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi, antara lain LSP Perkebunan dan Hortikultura Indonesia (LSP PHI) serta LSP Teknik dan Manajemen Industri (LSP TMI). Kehadiran sertifikasi profesi menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi lulusan agar memiliki pengakuan terhadap keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Di sisi lain, peran perusahaan mitra juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan vokasi. Kolaborasi dengan industri mencakup fasilitasi magang hingga peluang penyerapan tenaga kerja bagi alumni.
BACA JUGA: PURAKA Soroti Risiko Kebun Rakyat Pasca-Penyitaan Satgas PKH: Status Lahan Belum Otomatis Selesai
Nugroho berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater melalui integritas dan profesionalisme di tempat mereka berkarya. Ia juga mendorong alumni untuk terus mengembangkan kompetensi sehingga mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.
Bagi Poltek Kelapa Sawit CWE, pelepasan 248 wisudawan bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi tenaga profesional yang akan mengisi kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit dan sektor pendukungnya dalam jangka panjang.
Dengan kompetensi yang terus diperbarui, lulusan pendidikan vokasi diharapkan dapat mengambil peran dalam pengembangan teknologi, produktivitas, tata kelola, dan keberlanjutan industri sawit Indonesia menuju 2045. (T2)
