DSI Uji Platform NADI, Tata Kelola Ekspor Sawit Didorong Lebih Transparan

oleh -476 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mulai menguji platform digital yang dirancang untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mulai menguji platform digital yang dirancang untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Tahap awal pengembangan tersebut dilakukan melalui pilot platform NADI (National Data Intelligence) dengan melibatkan pemerintah dan sejumlah asosiasi industri, termasuk sektor kelapa sawit.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (3/10/2026), DSI menyebut pelaksanaan pilot menjadi bagian dari upaya menguji sistem NADI sebelum platform tersebut diluncurkan secara bertahap kepada eksportir.

Enam asosiasi industri terlibat dalam tahap pengujian, yakni Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta Indonesian Mining Association (IMA).

BACA JUGA: Teladan Prima Agro Tetapkan Dividen Interim Rp258,93 Miliar, Dibayar Oktober 2026

Keterlibatan pelaku industri tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengembangan platform. DSI menyatakan masukan dari dunia usaha diperlukan agar sistem yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penguatan tata kelola, tetapi juga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan operasional eksportir.

Dari sisi pemerintah, tahap pilot turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Lembaga National Single Window (LNSW), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Bank Indonesia.

Direktur Keuangan dan Treasury DSI Sinthya Roesly mengatakan, pengujian tersebut menjadi bagian dari proses membangun sistem yang lebih terintegrasi antara kebutuhan pemerintah dan pelaku usaha.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-September 2026 Naik Rp13,18 per Kg

Menurutnya, pengembangan platform diarahkan untuk meningkatkan transparansi dan visibilitas dalam aktivitas ekspor, sembari menjaga agar kegiatan perdagangan tetap berjalan lancar.

“Melalui pilot ini, kami dapat mendengar masukan, menguji proses bersama, dan terus menyempurnakan sistem yang dibangun,” ujarnya.

 

Libatkan Industri Sawit

Bagi industri sawit, keterlibatan GAPKI dan GIMNI dalam tahap pilot menjadi bagian dari proses penyusunan mekanisme yang berkaitan dengan komoditas strategis. DSI menyebut pengembangan platform akan terus mempertimbangkan masukan dari asosiasi dan pelaku usaha.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Jumat (2/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Melemah

Perwakilan GIMNI Paulus Edwin Gunawan Sutanto menilai, keberadaan analisis dan acuan yang lebih terstruktur dapat membantu industri memiliki referensi bersama.

Ia menyebut metodologi serta acuan harga yang lebih terstruktur diharapkan dapat menjadi salah satu dasar untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola perdagangan komoditas.

Sementara itu, Ketua Umum APBI-ICMA Priyadi menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, peningkatan transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam mendukung ekspor Indonesia.

BACA JUGA: Karhutla Indonesia Dinilai Tak Cukup Ditangani dengan Pendekatan Represif

DSI menegaskan, masukan yang diperoleh selama masa pilot akan digunakan untuk menyempurnakan platform sebelum implementasi lebih lanjut. Proses tersebut juga akan diselaraskan dengan perkembangan regulasi dan mandat DSI terkait perdagangan komoditas strategis.

 

Perkuat Kapabilitas Perdagangan Sawit

Selain mengembangkan infrastruktur berbasis data dan teknologi, DSI juga memperkuat sumber daya manusia dengan pengalaman di sektor komoditas dan perdagangan global.

Salah satunya melalui bergabungnya Daniel Lim sebagai Advisor untuk sektor agribisnis. Daniel disebut memiliki pengalaman selama 29 tahun di industri kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA: Pendidikan Hingga Magang, Cara Wilmar Menanam Masa Depan SDM Sawit

Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat perspektif DSI dalam membaca dinamika pasar global, perdagangan, serta rantai nilai komoditas sawit.

DSI menyatakan pendekatan yang dikembangkan menggabungkan teknologi, data, pengalaman industri dan keahlian perdagangan. Pilot NADI selanjutnya akan menjadi ruang untuk menguji proses sekaligus menghimpun masukan dari pemerintah dan pelaku industri.

Dengan demikian, pengembangan platform tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ekspor komoditas strategis yang lebih transparan, terintegrasi dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha maupun pasar global.

BACA JUGA: Workshop OVOP Kembang Janggut Perkuat UMKM dan Industri Berbasis Potensi Lokal

Bagi sektor sawit, keterlibatan asosiasi sejak tahap awal menjadi penting karena mekanisme perdagangan komoditas akan bersinggungan dengan kebutuhan industri, perkembangan regulasi, serta dinamika pasar internasional. (T1)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com