Harga Minyak Sawit Naik Hampir 4%, Adanya Isu Kekurangan Tenaga Kerja di Malaysia

oleh -1.327 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. Istimewa / Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik hampir 4% pada Kamis (14/7/2022) pagi, harga minyak sawit kembali naik setelah sebelumnya anjlok cukup dalam, menyusul Pemerintah Indonesia sepakat untuk tidak mengirimkan tenaga kerja perkebunannya ke Malaysia.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik hampir 4% pada Kamis (14/7/2022) pagi, harga minyak sawit kembali naik  setelah sebelumnya anjlok cukup dalam, menyusul Pemerintah Indonesia sepakat untuk tidak mengirimkan tenaga kerja perkebunannya ke Malaysia.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 133 per ton, atau terdapat kenaikan sekitar 3,54%, menjadi RM 3.894 (US$ 877.03) per ton.

Sebeselumnya pada penutupan tender harga minyak kelapa sawit ditutup dengan penurunan harga sekitar 8,6%, menjadi penutupan tender harga minyak sawit terendah selama setahun terakhir, dengan adanya prediksi ekspor minyak sawit di Malaysia yang melemah.

BACA JUGA : IHSG Kamis 22 Juni 2023 Turun 0,75 Persen Menjadi Level 6 652,26

Pemerintah Indonesia telah sepakat membekukan sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Menurut Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, kebijakan ini berlaku untuk semua sektor, seperti dilansir Antara.

Akar masalah pembekuan ini adalah pengabaian salah satu poin nota kesepahaman (MoU) Indonesia-Malaysia mengenai penempatan dan perlindungan TKI di sektor domestik. Malaysia diketahui masih membiarkan perekrutan pekerja domestk melalui Sistem Maid Online (SMO) yang tidak memuat langkah perlindungan jelas. 

Sementara dilansir Reuters, sektor perkebunan kelapa sawit di Malaysia akan terkena dampak terburuk dari perintah pembekuan tersebut, lantaran sektor ini bergantung pada pekerja Indonesia untuk kegiatan panen di perkebunan terlebih untuk bulan-bulan puncak produksi mendatang.

Kepala Penelitian Perkebunan di CGS-CIMB Research, Ivy Ng mengatakan dalam laporannya baru-baru ini, penundaan tersebut dapat menyebabkan produksi minyak sawit untuk paruh kedua tahun 2022 turun di bawah level dari tahun lalu.

Sementara kontrak soyoil teraktif di Dalian, DBYcv1 naik 1,4%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 1%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 1,3%.

Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit kemunhkinan akan berada di RM 3.592 per ton, da nada potensi pelemahan menjadi RM 3.284 per ton. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com