Selama periode Agustus, ekspor minyak sawit kemungkinan turun sebesar 0,4% bulanan tetapi naik 12,8% yoy menjadi 1,32 juta ton, merujuk laporan statistik dari Surveyor Kargo Intertek.
Intertek memproyeksikan ekspor naik 1,6% mom dan SGS mematok kenaikan 0,3%, tetapi Amspec Malaysia mengantisipasi penurunan 3%.
“Ekspor minyak sawit induk yang sedikit melemah dari Malaysia dapat disebabkan oleh pasokan ekspor minyak sawit dari Indonesia yang lebih tinggi,” catat CGS-CIMB Research.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Di Bursa Malaysia Ada Potensi Meningkat
Sebelumnya, survei Reuters pada Senin (5/9/2022) menunjukkan bahwa stok minyak sawit Malaysia pada akhir Agustus kemungkinan membengkak di atas dua juta ton untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, terangkat oleh lonjakan produksi.
Pada saat bersamaan ekspor dari produsen terbesar kedua di dunia itu naik 8% menjadi 1,7 juta ton, mencapai puncaknya dalam 10 bulan.
BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Bursa Malaysia Melorot, Akibat Prediksi Pasokan Melimpah
“Agustus, awal musim produksi puncak, akan menjadi bulan produksi terbaik, didukung oleh hujan yang menawarkan kelembapan tanah yang cukup dan meningkatkan hasil panen. Namun kenaikan produksi di September akan terjadi pelambatan lantaran proses produksi membutuhkan waktu untuk pulih,” kata Sathia Varqa, salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura dilansir Reuters. (T2)
