InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit (CPO) pada Kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan reli harga tinggi, menyusul adanya kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan pasar minyak mentah.
Salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Sathia Varqa mengatakan, setelah membuat awal yang kuat di awal bulan dengan kenaikan haga lebih dari 4%, CPO di bursa berjangka memangkas sebagian besar kenaikan saat menuju penutupan dengan penurunan sekitar 1% karena aksi ambil untung, dan posisi hati-hati kembali menjelang dirilisnya data Dewan Minyak Sawit Malaysia pada minggu depan.
“harga minyak Sawit naik tajam pada pembukaan didorong oleh kenaikan minyak kedelai setelah minyak mentah melonjak di tengah ekspektasi penurunan produksi yang lebih dalam di pasar yang sudah ketat dari pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+),” kata Sathia seperti dilansir The Edge Markets .
Pada penutupan Bursa Berjangka Malaysia, harga kontrak untuk Oktober 2022 dan November 2022 masing-masing naik RM 31 menjadi RM 3.532 per ton dan RM 3.604 per ton, lantas di Desember 2022 naik RM 28 menjadi RM 3.642 per ton dan pada Januari 2023 naik RM17 menjadi RM 3.683 per ton. Kemudian Februari 2023 meningkat RM 6 menjadi RM 3,721 per ton dan Maret 2023 naik RM 18 menjadi RM 3,759 per ton. (T2)
