InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), selain terjadinya kenaikan ekspor produk sawit dari 2,70 juta ton di Juli menjadi 4,34 juta ton Pada Agustus 2022. Juga mencatatkan adanya kenaikan produksi
Pada Agustus, masih merujuk GAPKI terjadi kenaikan produksi sebesar 503 ribu ton menjadi 4,3 juta ton dari sebelumnya 3,8 juta ton juta ton pada bulan Juli. Kenaikan produksi ini selain disebabkan oleh faktor musiman juga karena PKS sudah beroperasi secara normal.
“Namun secara YoY sampai dengan Agustus, produksi 2022 sebesar 31,6 juta ton adalah lebih rendah dari produksi 2021 sebesar 33,6 juta ton,” ungkap Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (11/10/2022).
BACA JUGA: Pabrik Kelapa Sawit Berbasis Model steamless, Penuhi Aspek Lingkungan
Sementara, konsumsi dalam negeri bulan Agustus sebesar 1.841 ribu ton, sedikit turun (-2,2%) dibandingkan dengan konsumsi bulan Juli sebesar 1.881 ribu ton, tetapi lebih tinggi dari bulan Agustus 2021 sebesar 1.465 ribu ton. Secara YoY konsumsi sampai dengan Agustus 2022 sebesar 13.299 ribu ton, 8,5% lebih tinggi dari tahun 2021 sebesar 12.253 ribu ton.
“Berdasarkan perkembangan tersebut, stok minyak sawit turun dari 5.905 ribu ton pada bulan Juli menjadi 4.036 ribu ton pada bulan Agustus,” tandas Mukti. (T2)
