Referensi Harga CPO Menguat, BK dan PE CPO Ditetapkan US$ 169/Ton, Periode 1-15 Maret 2023

oleh -3.009 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Pelabuhan Ekspor CPO.

InfoSAWIT, JAKARTA Harga Referensi (HR) produk minyak kelapa sawit (crude  palm  oil/CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDP-KS) atau biasa dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE) periode 1–15 Maret 2023 adalah US$ 889,77/MT.

Nilai ini meningkat sebesar US$ 9,74 atau 1,11% dari HR CPO periode 16–28 Februari 2023. Penetapan HR CPO tersebut sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 542 tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa sawit.

Selain itu, minyak goreng sawit (refined, bleached, and deodorized/RBD palm olein) dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan berat netto ≤ 25 kg dikenakan BK US$ 0/MT dengan penetapan merek sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 543 Tahun 2023 tentang Daftar Merek Refined, Bleached, And Deodorized (RBD) Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 KG.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN 01 Maret 2023 Naik Rp 45/kg

“Saat  ini  harga  referensi  CPO  mengalami  peningkatan  dan  kembali  menjauhi  ambang  batas sebesar US$   680/MT.   Untuk   itu, merujuk pada PMK yang berlaku saat ini maka Pemerintah mengenakan Bea Keluar CPO sebesar US$ 74/MT dan Pungutan Ekspor CPO sebesar US$ 95/MT untuk periode   1—15 Maret 2023,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Budi Santoso dalam keterangannya diterima InfoSAWIT, Rabu (1/3/2023)

Lebih lanjut tutur Bea  keluar  CPO  periode  1-15  Maret  2023  merujuk  pada  Kolom  Angka  6  Lampiran  Huruf  C Peraturan Menteri Keuangan Nomor 123/PMK.010/2022 sebesar US$ 74/MT. Sementara itu, Pungutan  Ekspor  CPO  periode  1–15  Maret  2023  merujuk  pada  Lampiran  Huruf  C  Peraturan Menteri Keuangan Nomor 154/PMK.05/2022 sebesar US$ 95/MT.

BACA JUGA: Menebak Bakal Calon Ketua Umum GAPKI dan Periode Jabatan Saat Munas GAPKI

Kata Budi, peningkatan Harga Referensi CPO dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya terdapat penurunan pasokan dunia karena perubahan kebijakan mandatori biodiesel Indonesia yang semula B30 menjadi B35 dan kondisi krisis di Argentina sebagai salah satu negara produsen kelapa sawit dunia. “Di samping itu, terdapat kenaikan harga minyak nabati lainnya terutama kacang kedelai dan peningkatan kurs Ringgit Malaysia terhadap Dolar Amerika Serikat,” tandas Budi. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com