InfoSAWIT, PEKANBARU – Diungkapkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara V, Jatmiko Santosa, penerapan transformasi digital merupakan keharusan sebagai upaya menambah kapasitas manusia, meningkatkan efektivitas pengawasan dan evaluasi, serta efektifitas pengambilan keputusan.
Misalnya saja penerapan digitalisasi di PTPN V selama empat tahun terakhir berbanding lurus tidak hanya terhadap kualitas kebijakan dan keputusan yang diambil, tetapi juga dengan peningkatan pendapatan perusahaan.
Konsistensi PTPN V dalam melakukan transformasi dan digitalisasi secara berkesinambungan sepanjang tiga tahun terakhir berbuah manis dengan membawa perusahaan plat merah tersebut memecahkan rekor laba bersih tiga tahun berturut-turut.
BACA JUGA: MSPO Berpotensi Diakui dalam Pedoman Uji Tuntas di Inggris, Bagaimana Dengan ISPO?
Pada 2020, PTPN V mencatat laba bersih sebesar Rp 417 miliar dan merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah kala itu. Setahun berikutnya, perusahaan kembali mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah mencapai Rp 1,31 triliun pada 2021 serta Rp 1,52 triliun pada tahun 2022.
“Digitalisasi adalah bagian dari proses transformasi masif yang berjalan di PTPN V. Saya yakin, PTPN V akan terus berkembang lebih baik di masa mendatang dengan semangat yang kita usung tiga tahun terakhir ini,” katanya dalam keterangan resminya diperoleh InfoSAWIT, Senin (5/6/2023).
BACA JUGA: Mendag Adakan Konsultasi Publik Rencana Bursa CPO ala Indonesia
Lebih lanjut kata Jatmiko, perkebunan adalah tentang manusia. Kita harus pastikan transformasi ini sustainable, berkelanjutan agar PTPN V terus berada di jalur yang tepat untuk tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan perkebunan sawit terbaik di Indonesia,” katanya. (T2)
