InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia memperpanjang kerugian ke sesi keempat berturut-turut pada Jumat (28/7/2023) dan diproyeksi harga mingguan melorot, akibat mata uang ringgit yang lebih kuat dan melemahnya minyak nabati lainnya.
Merujuk Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Oktober 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 23, atau terdapat penurunan sekitar 0,22%, menjadi RM 4.039 (US$ 887,69) pada awal perdagangan.
Saat ini mata uang Ringgit Malaysia (MYR), terapresiasi 0,71% terhadap dolar. Ringgit yang lebih kuat membuat minyak sawit kurang menarik bagi pemegang mata uang asing.
Sementara masih merujuk Reuters, kontrak harga minyak kedelai pada bursa Dalian berkode DBYcv1 turun 0,99%, sedangkan kontrak minyak sawit berkoe DCPcv1 juga turun 2,16%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,27%.
Dilansir cargo surveyor Intertek Testing Services ekspor minyak sawit Malaysia pada 1-25 Juli diperkirakan ada kenaikan sekitar 17,8% dibandingkan bulan sebelumnya pada periode yang sama. Ssementara AmSpec Agri Malaysia mencatat ekspor minyak sawit Malaysia naik 10,8%. (T2)
