“Dengan demikian, semua dapat terlihat apakah lahan tersebut ditanami atau tidak,” lanjutnya.
Sekda juga mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir, Kaltim berhasil menghindari bencana kebakaran baik di hutan maupun lahan-lahan bernilai konservasi tinggi. Hal ini berkat peran banyak pihak, termasuk masyarakat adat, kelompok masyarakat peduli api, dan lainnya.
Selain itu, masyarakat yang sebelumnya merambah hutan secara liar kini diberikan lahan di sekitar kawasan hutan. Mereka juga mendapatkan bantuan bibit agar menjadi lebih produktif dan tidak merambah ke dalam hutan. Dengan memiliki lahan dan tanaman yang menghasilkan, mereka menjadi lebih peduli dalam menjaga hutan. (T2)
