InfoSAWIT, JAKARTA – Dengan Skem Build Operate Transfer (BOT), Bumitama Gunajaya Agro group mendukung Pengelolaan Limbah biomassa untuk sumber listrik berbasi biogas. Inisiasi tersebut dilakukan semenjak 2016 silam.
Penggunaan kelapa sawit tidak hanya sebatas untuk bahan baku makanan atau energy, rupanya linbah cair kelapa sawit memiliki potensi besar guna mendukung pengembangan listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg)
Dalam mendukung listrik ramah lingkungan dan industry kelapa sawit yang berkelanutan, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) group pada 2016 lalu berinisiatif melakukan kerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui skema Build Operate Transfer (BOT) dengan beberapa penyedia Teknologi Pengolahan Limbah dan Penyedia Solusi Tenaga Listrik terpadu.
BACA JUGA: 602 Ribu Hektar Di Kaltim Tak Akan Dibangun Kebun Sawit
Dikatakan Mill System & Continuous Improvement Dept. Head BGA Group, Rieza Rakhman, alasan mendasar dari kerjasama yang dilakukan ini yaitu BGA Group memiliki solusi untuk merealisasikan kebijakan pembangunan sawit berkelanjutan dengan mengurangi menurunkan gas emisi rumah kaca sekaligus mengurangi biaya pengolahan limbah.
“Melalui skema Build Operate Transfer (BOT), BGA Group membangun methane capture yang dapat memerangkap gas metana dari limbah cair kelapa sawit atau palm oil effluent (POME),” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Pengelolaan limbah cair tersebut berlokasi di kabupaten Rokan Hulu, Riau, PLTBg Ujung Batu yang memiliki kapasitas 3×1 MW dan berpotensi memenuhi kebutuhan listrik sekitar 6.000 rumah. “Dalam pemanfaatan listrik ini kerjasama yang dilakukan juga dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau melalui PT Pasadena Biofuels Mandiri,” ungkap Rieza.
BACA JUGA: Buruh Sawit Wanita Diterkam Buaya Saat Sedang Bekerja
Guna menyuplai PLTBg Ujung Batu, tersebut, bersumber dari plant biogas dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 90 ton Tandan Buah Segar (TBS)/jam yang menggunakan conventional technologies (biogas melalui covered lagoon) dan menggunakan feed stock (supply) dari limbah cair mampu menghasilkan sekitar 2,4 – 3 MW tenaga listrik.
