Lebih lanjut kata Rieza, selama ini BGA Group menggunakan kalkulator PalmGHG yang diperkenalkan oleh Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan memonitor Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari tahun ke tahun.
Tercatat perusahaan menerapkan metodologi yang sama untuk semua area operasional tanpa memandang status sertifikasi. Berdasarkan total emisi gas rumah kaca di tahun 2022 yang dihitung untuk semua pabrik mencapai 1,41 MT/CO2e/MT CPO.
Sementara, dengan kapasitas mencapai 3×1 MW maka investasi yang dibutuhkan sekitar US$ 4 – 6 jut. Kata Rieza, nilai investasi ini bila dibandingkan dengan pembangkit tenaga listrik dari bahan bakar fosil solar jauh lebih efisien dan pada saat yang sama lebih ramah lingkungan. (T2)
