InfoSAWIT, JAKARTA – Tindak lanjut kunjungan Komisi Eropa ke Indonesia dan Malaysia pada 26 – 28 Juni 2023 yang lalu, Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa menyepakati pemmbentukan Ad Hoc Joint Task Force (JTF) on European Union Deforestation Regulation (EUDR). Kick-off Meeting JTF Ad Hoc dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2023 di Jakarta, Indonesia.
Pertemuan tersebut diketuai bersama Deputi Menko Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Musdhalifah Machmud, Sekretaris Jenderal Kementerian Perkebunan dan Komoditas (MPC) Malaysia, YBhg. Dato’ Mad Zaidi bin Mohd Karli dan Direktur Diplomasi Hijau dan Multilateralisme, Komisi Eropa (EC), Astrid Schomaker.
Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) dan dihadiri oleh perwakilan dan pemangku kepentingan dari komoditas terkait yang tunduk pada EUDR.
BACA JUGA: Poktan Tani Benda Vold Berharap Sarpras Untuk Jalan produksi Segera Cair
Diungkapkan Musdhalifah Machmud, pertemuan tersebut diadakan untuk mencapai pemahaman bersama, sementara Dato’ Mad Zaidi bin Mohd Karli menekankan bahwa kerja sama adalah jalan ke depan dan solusi dapat diilhami oleh praktik terbaik lintas sektor.
Sementara, Astrid Schomaker menyampaikan pengakuannya atas kemajuan yang dibuat oleh Indonesia dan Malaysia dalam mengurangi deforestasi dan menyambut baik berbagi informasi dan klarifikasi lebih lanjut tentang peraturan tersebut.
Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini, pertemuan tersebut menyepakati Kerangka Acuan untuk pekerjaan JTF Ad Hoc yang mencakup pekerjaan pada isu-isu seperti inklusivitas petani kecil dalam rantai pasokan, skema sertifikasi nasional yang relevan (legalitas tanah dan batas waktu deforestasi), ketertelusuran dari produsen ke konsumen akhir, data ilmiah tentang deforestasi dan degradasi hutan, dan perlindungan data. JTF Ad Hoc akan menyelesaikan pekerjaannya pada akhir tahun 2024, dengan kemungkinan diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. Pertemuan tersebut juga berbagi informasi tentang penerapan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysia Sustainable Palm Oil (MSPO) serta alat ketertelusuran yang tersedia. (T2)
