InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga kontrak minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia telah meraih keuntungan yang mengesankan di paruh kedua 2023, mencatatkan lonjakan lebih dari 2% secara keseluruhan. Pada bulan November, harga kontrak minyak sawit yang paling likuid berhasil menembus tingkat resistensi di RM 4.000 per ton dan akhirnya ditutup pada level RM 4.010 per ton, mencatatkan level tertinggi dalam empat minggu terakhir.
Dilansir InfoSAWIT dari Palm Oil Analytics, faktor-faktor utama yang turut mendorong kenaikan harga ini adalah aktivitas perdagangan tunai palm olein yang sangat aktif serta pembelian dengan harga yang lebih rendah. Kombinasi dari faktor-faktor ini berhasil menarik minat pasar dan mendorong harga lebih tinggi, yang kemudian memperpanjang tren kenaikan yang telah dimulai sebelumnya.
Salah satu poin menarik dalam laporan tersebut adalah adanya 10 transaksi perdagangan RBD olein yang diselesaikan berdasarkan Free on Board (FOB) Malaysia. Ini menandai jumlah transaksi perdagangan terbanyak dalam satu hari sepanjang tahun ini, menunjukkan antusiasme dan aktivitas yang signifikan di pasar komoditas ini.
BACA JUGA: Menutup Bulan Agustus 2023, Harga CPO KPBN Naik Rp 98/Kg
Kenaikan harga kontrak minyak sawit ini menunjukkan potensi yang tetap kuat dalam industri minyak kelapa sawit, meskipun tantangan dan fluktuasi pasar yang ada. Aktivitas perdagangan yang semakin meningkat dan respons positif terhadap pembelian dengan harga lebih rendah menciptakan suasana yang positif di pasar, memberikan peluang bagi para pelaku industri untuk meraih keuntungan yang lebih besar. (T2)
