Setelah insiden tersebut, aparat keamanan memperkuat posisinya dengan mendatangkan lebih banyak pasukan untuk mengamankan kantor dan pabrik. Namun, tindakan keras aparat ini tampaknya memicu kemarahan peserta unjuk rasa lainnya yang menunggu di luar perusahaan. Mereka secara bersama-sama mulai merusak pos jaga dan akhirnya membakar kantor yang berada di bagian depan perusahaan. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 21 September 2023, sekitar pukul 15.30 WIB.
Aksi anarkis ini ternyata berlanjut hingga malam hari, dan sejumlah rumah karyawan serta rumah-rumah dinas guru yang mengajar di sekolah yang dibangun oleh perusahaan juga menjadi korban pembakaran. Situasi di Desa Bangkal tetap tegang dan memerlukan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang untuk meredakan ketegangan dan menemukan solusi bagi masalah yang mendasari protes warga. (T2)
