Tidak hanya berhenti pada presentasi formal, acara ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi melalui sesi wawancara dengan para pembicara dan perwakilan petani kelapa sawit, Ero Rohadi. Hal ini menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang dibahas dan membuka ruang untuk pertanyaan.
Puncak acara diakhiri dengan momen bersejarah, yakni serah terima Akta Notaris Asosiasi Petani Sawit Bertuah Riau dari Meyzi Heriyanto kepada Ketua Asosiasi Petani Bertuah Riau, Suyanto. Upacara ini disaksikan oleh para pemateri dan seluruh peserta, menandai komitmen bersama untuk mewujudkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Provinsi Riau.
Dukungan penuh dari pemerintah setempat, seperti Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, Akhtar, menegaskan tekad untuk mendorong praktik perkebunan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan berbagai pihak dan menerapkan kolaborasi yang kuat, Provinsi Riau kini berada di jalur yang benar menuju perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan, memperbaiki kesejahteraan petani, dan memenuhi standar internasional. (*)
Artikel ini berdasarkan hasil tulisan atau pemaparan secara tertulis dari pembaca InfoSAWIT yang berkesempatan memberikan informasi mengenai kegiatan berkaitan dengan perkebunan kelapa sawit di daerah. Sebagai bentuk partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam upaya memberikan informasi yang faktual.
