Lantas harapan utamanya adalah menciptakan produksi kelapa sawit yang berkelanjutan di Provinsi Riau, yang mampu memenuhi standar ISPO dan memitigasi dampak negatif pada lingkungan. “Dengan melibatkan petani sawit swadaya, dia berharap dapat mencapai tujuan tersebut dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tandas Meyzi.
Acara ini juga dihadiri oleh anggota tim peneliti dan beberapa dosen FISIP Universitas Riau, yakni Dr. Mayarni, S.Sos, M.Si, Dr. Harapan Tua RFS, M.Si, Dedi Kusuma Habibie, S.IP, M.PA, Ahmad Jamaan, S.IP, M.Si, Masrul Ikhsan, S.Sos, M.Si, Rahmanul, S.AP dan Resa Vio Vani, S.AP, M.AP.
Perisai 2023 telah menjadi tonggak penting dalam pembahasan industri sawit Indonesia, dengan memberikan wadah untuk berbagi pengetahuan dan mendorong inovasi yang akan membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan bagi sektor ini. Acara ini membuka jalan untuk kerja sama lebih lanjut dalam memajukan industri sawit tanah air. (*)
Artikel ini berdasarkan hasil tulisan atau pemaparan secara tertulis dari pembaca InfoSAWIT yang berkesempatan memberikan informasi mengenai kegiatan berkaitan dengan perkebunan kelapa sawit di daerah. Sebagai bentuk partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam upaya memberikan informasi yang faktual.
