Kebun Sawit Sumatera Diperkirakan Terserang Ganoderma Pada Tingkat Kritis di Tahun 2050

oleh -19266 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi serangan Jamur Ganoderma.

InfoSAWIT, JAKARTA – Diakui atau tidak tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang berharga. Lantaran berkaitan dengan tingginya keuntungan ekonomi dari penjualan komoditas tersebut, dimana Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia dimana Pulau Sumatera merupakan saah satu wilayah terpenting untuk produksi minyak sawit.

Dalam sebuah penulisan ilmiah berjudul, “Ganoderma boninense Disease of Oil Palm to Significantly Reduce Production After 2050 in Sumatra if Projected Climate Change Occurs”, yang diterbitkan pada 2019 lalu mencatat, pulau Sumatera dapat dianggap sebagai model bagi wilayah perkebunan kelapa sawit lainnya di Asia Tenggara.


Dimana, luas wilayah di Sumatera yang memiliki iklim yang cocok untuk menanam kelapa sawit akan berkurang akibat proyeksi perubahan iklim seperti yang ditunjukkan secara khusus dalam riset yang dilakukan R Russel M Paterson, periset Universitas Minho, Portugal.

BACA JUGA: Impor minyak sawit dan Minyak Bunga Matahari India Melonjak, Ini Sebabnya..

Catat Paterson, iklim yang semakin tidak sesuai akan menyebabkan peningkatan penyakit busuk pangkal batang (BSR) yang muncul karena infeksi jamur Ganoderma boninense, seperti yang diperkirakan sebelumnya, yang menjadi perhatian utama terhadap keberlanjutan di Asia Tenggara.

Dalam sebuah pendekatan baru dijelaskan bahwa dimana (a) dilakukan penentuan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan kelapa sawit di Sumatera dan (b) pengurangan untuk menentukan tingkat BSR di masa depan di pulau tersebut.

Nyatanya, ketidaksesuaian iklim untuk kelapa sawit diperkirakan akan meningkatkan serangan jamur ganoderma secara drastis setelah tahun 2050, yang mana serangannya mencapai sangat tinggi di sebagian besar wilayah pulau tersebut.

BACA JUGA: HIP Biodiesel November 2023 Ditetapkan Rp. 10.653/liter 

Dilansir InfoSAWIT dari PubMed Central (PMC), bahkan kemungkinan besar akan membuat produksi minyak sawit menjadi tidak berkelanjutan pada tahap tertentu antara tahun 2050 dan 2100.

“Sumatera Utara mungkin lebih berkelanjutan dibandingkan wilayah lain di Sumatera. Dampak perubahan iklim yang diperkirakan memerlukan perbaikan sebelum tingginya tingkat serangan ganoderma dan iklim yang tidak cocok untuk kelapa sawit bisa terwujud,” demikian catat riset tersebut. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com