InfoSAWIT, JAKARTA – Sebuah proyek bernama Trade, Development and the Environment Hub (TRADE Hub) telah diluncurkan untuk mengungkap dampak deforestasi yang terkait dengan perdagangan komoditas pertanian di berbagai wilayah tropis. Menurut penelitian yang dilakukan oleh TRADE Hub, 35% deforestasi di seluruh dunia disebabkan oleh permintaan global terhadap komoditas pertanian.
Dikutip dari laman Kabar Hutan, CIFOR, Fabiana Spinelli, TRADE Hub Synthesis and Data Officer di UN Environment Programme World Conservation Monitoring Centre (UNEP WCMC), menyampaikan temuan tersebut pada acara konsultasi pemangku kepentingan regional di Jakarta, Indonesia, pada 26-27 September 2023 lalu. Dalam konsultasi ini, TRADE Hub mempresentasikan roadmap global untuk mencapai perdagangan komoditas pertanian dan kehidupan liar yang adil dan berkelanjutan.
Sementara Senior Programme Officer untuk Bidang Alam dan Perdagangan di UNEP-WCMC, Lisen Runsten menjelaskan, bahwa pengembangan peta jalan ini melibatkan kajian mendalam terhadap tantangan sistem perdagangan saat ini, mengidentifikasi pemangku kepentingan utama, dan memetakan dinamika kekuasaan dan tanggung jawab dalam sistem tersebut.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 27 Desember 2023 – 9 Januari 2024 Tertinggi Rp 2.499,90/kg
Lantas, Ilmuwan Senior di Center for International Forestry Research dan World Agroforestry (CIFOR-ICRAF), Herry Purnomo, yang menjalankan TRADE Hub di Indonesia, menyoroti ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku pasar dan produsen komoditas pertanian. Ia menekankan kompleksitas hubungan antara kekuasaan, ekonomi, dan perdagangan dalam industri, dengan contoh kasus pada sektor minyak kelapa sawit.
Edi Suhardi, perwakilan bidang keberlanjutan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menekankan pentingnya prinsip dan etika dalam perdagangan. Ia merinci kesenjangan antara produksi minyak sawit bersertifikasi dan akses pasar, serta berharap hasil penelitian TRADE Hub dapat membantu menyelaraskan niat produsen dengan permintaan pasar, menciptakan perdagangan minyak sawit yang lebih berkelanjutan.
BACA JUGA: Tutupan Hutan Alam di Bengkulu Menyusut, Ini Sebabnya
Mansuetus Darto, Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit, menyoroti peran kunci petani kecil dalam menerapkan praktik berkelanjutan. Namun, ia juga menekankan bahwa dukungan perusahaan dan pemerintah sangat diperlukan untuk membentuk kemitraan dan memastikan keberlanjutan di tingkat kabupaten. (T2)
