InfoSAWIT, SINGAPURA – Harga kontrak minyak sawit berjangka Malaysia turun untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu, (3/1/2024) dan mencapai level terendah dalam dua bulan terakhir, dampak dari melemahnya permintaan dan melorotnya harga kedelai.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Maret 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 43 per ton atau terdapat penurunan sekitar 1,2%, menjadi RM 3.617 (US$ 780,87) per metrik ton pada istirahat tengah hari.
Diungkapkan Direktur Pialang Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor, Paramalingam Supramaniam, saat ini, tidak ada tren nyata yang terlihat pada minyak sawit. Sementara faktor-faktor yang menggerakkan pasar selain dampak lemahnya permintaan, juga adanya ekspektasi penguatan ringgit, dan curah hujan yang melimpah di Argentina, berdampak positif bagi penanaman kedelai.
BACA JUGA:
Masih dilansir Reuters, harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 dan harga kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 masing-masing turun 1,8% dan 2%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 1,1%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya lantara mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global. (T2)
