InfoSAWIT, JAKARTA – Ekspor minyak sawit Indonesia dalam kelompok HS menunjukkan pola yang menarik pada tahun 2022, dengan Other Palm Oil (HS 15119000) menjadi komoditas terbesar yang menyumbang 81,79 persen terhadap total ekspor minyak sawit.
Kontribusi signifikan juga datang dari Crude Palm Oil (HS 15111000), Other Palm Oil Kernel (HS 15132900), dan Crude Oil of Palm Kernel (HS 15132110) masing-masing mencapai 13,13 persen, 4,67 persen, dan 0,41 persen terhadap total ekspor.
Dikutip InfoSAWIT dari Buku Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2022 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, dari sisi volume, sepanjang tahun 2018 hingga 2019, ekspor minyak sawit menunjukkan kecenderungan peningkatan. Namun, periode 2020-2022 mengalami penurunan volume ekspor, terutama pada tahun 2020 dengan penurunan sebesar 8,55 persen dibanding tahun 2019, mencapai 27,63 juta ton.
BACA JUGA: Jangan Berpikir ke Pabrik Sawit Dulu, Urusan Hulu Saja Belum Tuntas
Meskipun volume ekspor mengalami penurunan, nilai ekspor minyak sawit menunjukkan kecenderungan kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data World Bank Commodities Price Data, harga rata-rata minyak sawit di pasar dunia meningkat pada tahun 2017, mencapai US$ 751/mt, yang mengakibatkan peningkatan nilai ekspor sebesar 27,32 persen dibanding tahun 2016.
Namun, harga minyak sawit mengalami fluktuasi, dengan penurunan pada tahun 2018 dan 2019 menjadi US$ 639/mt dan US$ 601/mt. Pada tahun 2020, harga kembali melambung mencapai US$ 752/mt, menyebabkan peningkatan nilai ekspor sebesar 16,94 persen meskipun volume ekspor mengalami penurunan 8,55 persen.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 3-9 Januari 2024 Turun Tipis, Cek Harganya..
“Periode 2021-2022 harga minyak sawit kembali melambung tinggi, menyebabkan peningkatan nilai ekspor secara signifikan menjadi US$ 29,75 miliar pada tahun 2022,” demikian merujuk catatan buku Statistik Kelapa Sawit Indonesia tersebut. (T2)
