InfoSAWIT, JAKARTA – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, melaporkan kesuksesan implementasi Program Minyak Goreng Rakyat, yang menjadi salah satu amanat Presiden Joko Widodo untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng sawit. Hasilnya, sepanjang tahun 2023, program tersebut berhasil menyalurkan minyak goreng sebanyak 3,26 juta ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Minyak goreng sawit ini didistribusikan dengan rata-rata komposisi minyak curah sebesar 64 persen dibandingkan dengan MINYAKITA sebesar 36 persen. Merek MINYAKITA sendiri telah digunakan oleh berbagai produsen dan pengemas, tersebar di 34 provinsi sepanjang tahun 2023.
Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (5/1/2024), Mendag Zulkifli Hasan menekankan bahwa upaya stabilisasi harga minyak goreng sawit dan Bahan Pokok (Bapok) lainnya turut berkontribusi meredam laju inflasi di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tingginya tingkat inflasi di berbagai negara dunia.
BACA JUGA:
Komitmen Kemendag untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok diterjemahkan melalui kehadiran langsung di pasar-pasar dan pemantauan intensif sepanjang 2023. Pemantauan ini dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, mencakup 679 pasar di 503 kabupaten dan kota.
Dalam hal beras, Kemendag bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog untuk mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Koordinasi dengan pemerintah daerah juga dilakukan untuk memastikan transportasi bapok dapat ditanggulangi melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). (T2)
