Siswa SMKN di Kampar Olah Limbah Sawit Jadi Pupuk Kompos Berkualitas Tinggi

oleh -8.485 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi pelepah sawit dijadikan pupuk organik.

InfoSAWIT, KAMPAR – Sumatera, sebagai salah satu produsen utama kelapa sawit, menghadapi masalah serius dengan penumpukan limbah kelapa sawit yang tidak terpakai. Akibatnya, polusi udara dan masalah lingkungan lainnya semakin meruncing. Untuk mengatasi tantangan ini, SMKN 1 Tapung Hulu di Kampar, Riau, melalui Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan, menawarkan solusi kreatif dengan mengubah limbah kelapa sawit menjadi pupuk kompos bernilai jual tinggi.

Feby Andini, Guru Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMKN 1 Tapung Hulu menjelaskan, bahwa di sekitar sekolahnya terdapat tujuh industri perkebunan kelapa sawit, yang setiap hari menghasilkan limbah yang tidak diolah. Potensi ini menjadi inspirasi bagi SMKN 1 Tapung Hulu untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk bernilai jual, diberi label Peltasa.

“Kami ingin mengubah sesuatu yang tidak memiliki nilai jual menjadi produk bernilai jual dan bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya yang berprofesi sebagai petani,” ujar Feby dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Ditjen Vokasi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik 0,98 Persen Pada Jumat (5/1)

Setiap hari, SMKN 1 Tapung Hulu mengumpulkan limbah-limbah tersebut untuk diolah di sekolah. Bahan yang diperlukan untuk memproduksi kompos Peltasa cukup mudah didapat, seperti pelepah sawit, batang pisang, dedak, dolomit, dan molase.

Limbah-limbah tersebut dicacah menjadi ukuran 1—3 cm, kemudian dicampur dengan dedak, dolomit, dan larutan molase yang dibuat sendiri dengan melarutkan gula merah dan air. Campuran ini didiamkan selama 24 jam sebelum diaduk secara berkala selama 21 hari, memastikan dekomposisi bahan secara sempurna.

Rafiansyah, siswa kelas XI Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan menjelaskan, bahwa setelah proses dekomposisi selesai, kompos tersebut dikemas dengan label SMKN 1 Tapung Hulu. Produk ini kemudian dipasarkan langsung ke masyarakat dan dititipkan di toko-toko pertanian dengan harga yang terjangkau, mulai dari puluhan ribu rupiah.

BACA JUGA: Petani Sawit Desa Bukit Sari Bakal Bangun Pabrik Sawit dengan Dukungan BPDPKS

“Sebelum dipasarkan, produk kompos Peltasa ini kami uji laboratorium dulu untuk memastikan kandungannya. Setelah lolos uji baru kita pasarkan,” ucap Rafiansyah.

Saat ini, SMKN 1 Tapung Hulu tengah mengembangkan produknya agar dapat didistribusikan ke skala yang lebih luas. “Sudah saatnya kita kembali ke pertanian organik dengan menggunakan pupuk organik Peltasa SMKN 1 Tapung Hulu,” tegas Feby. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com