InfoSAWIT, PONTIANAK – Pada tahun 2016, inisiatif revolusioner, Program Pemuliaan Sapi Komersial Indonesia Australia, membuka babak baru dalam industri perdagangan daging merah dan sapi. Selama delapan tahun proyek Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA) diterapkan, memunculkan bentuk keberhasilan, untuk sektor produksi sapi Indonesia.
Diungkapkan Team Leader, Advisory Support Group, Indonesia Australia Red Meat and Cattle Partnership (IAR-RMCP), Stuart McAdam, kemitraan antara Indonesia dan Australia, selama satu dekade semenjak 2014 hingga 2024, menjadi dasar bagi upaya kolaboratif dalam perdagangan daging merah dan sapi.
Proyek tersebut kata McAdam, didanai oleh pemerintah Australia, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat hubungan, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong pertumbuhan industri. “Perdagangan ini, bernilai jutaan dolar setiap tahunnya, menjadi industri penting bagi kedua negara, memberikan lapangan kerja dan manfaat ekonomi,” katanya saat memberi sambutan pada acara seminar internasional, Integrated Cattle and Oil-Palm Production (ICOP) Conference ke-2 tahun 2024, bertajuk “Synergizing Growth and Sustainability: Innovating Integrated Cattle and Oil Palm Plantation Systems”, pada Senin (29/1/2024) dihadri InfoSAWIT di Pontianak.
BACA JUGA: Realisasi Pemanfaatan Biodiesel Sawit Lampaui Traget, Capai 12,2 juta Kl di 2023
Lebih lanjut tutur McAdam, pusat dari kesuksesan proyek tersebut adalah fokus pada sektor produksi sapi di Indonesia. Dua program kunci, Program Pemuliaan Sapi Komersial Indonesia Australia dan Program Pendukung SISKA (SISKA Supporting Program), memainkan peran penting, yang pertama, dimulai pada tahun 2016, mengeksplorasi tiga model pemuliaan sapi komersial. Namun, model integrasi kelapa sawit dan produksi sapi, dikenal sebagai SISKA, terbukti berhasil secara komersial.
Keberhasilan SISKA tidak hanya terbatas pada kelayakan komersial; tetapi jyga menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar. Dengan Indonesia memiliki 16 juta hektar perkebunan kelapa sawit, SISKA menjadi model potensial pemuliaan sapi yang baru.
Tutur McAdam, Program Pendukung SISKA, didanai mulai Oktober 2021 hingga April 2024. Program ini bertujuan untuk mempromosikan pemuliaan sapi dalam program SISKA di bawah perkebunan kelapa sawit.
Salah satu realisasi yang mencolok selama Program Pendukung SISKA adalah potensi kerja sama antara perusahaan kelapa sawit dan petani sawit kecil.
