Dalam melaksanakan langkah-langkah tersebut, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak. Perguruan Tinggi dapat bekerja sama dengan BUMN Perkebunan, Dinas terkait, Kementerian, dan BPDP-KS untuk mendapatkan dukungan finansial dan logistik. Sinergi antara sektor pendidikan dan industri akan menciptakan generasi yang tidak hanya unggul di tingkat nasional tetapi juga bersaing di pasar internasional.
Potensi dan Tantangan di Industri Sawit
Terdapat contoh positif dari Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), yang awalnya didirikan oleh Pemerintah Indonesia dan Malaysia. CPOPC, dengan dukungan tokoh seperti Almarhum Rizal Ramli, telah berhasil memperjuangkan masa depan industri sawit Indonesia di panggung global. Keanggotaannya yang melibatkan negara-negara seperti Honduras, Colombia, Ghana, Papua New Guinea, dan lainnya, menunjukkan dukungan luas terhadap industri ini.
Upaya diplomasi yang dilakukan oleh CPOPC, termasuk lawatan ke banyak negara, dapat dijadikan referensi bagi Perguruan Tinggi (PT) untuk meningkatkan peran mereka dalam mencetak generasi penerus diplomat sawit. Kolaborasi antara CPOPC dan PT dalam menciptakan generasi yang memiliki pemahaman mendalam tentang industri ini dapat menjadi kunci keberhasilan. (*)
Penulis: Benny / Mahasiswa Institut Teknologi Sawit Indonesia
