InfoSAWIT, PONTIANAK – Sebagai wilayah dengan perkebunan kelapa sawit terluas kedua di Indonesia setelah Sumatera, Kalimantan Barat memegang peran strategis dalam sektor perkebunan kelapa sawit.
Dengan luas tutupan sawit mencapai 2,1 juta hektar dan 369 izin usaha perkebunan (IUP) untuk lahan usaha seluas 3,27 juta hektar, perkembangan usaha perkebunan di daerah ini memberikan kontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi, terutama sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Dalam sambutannya PJ Gubernur Kalbar, Harisson, yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Asisten II Sekda Provinsi Kalbar), Ignasius IK, luas tutupan monokultur tanaman sawit seluas 2,1 juta hektar di Kalimantan Barat masih memiliki potensi yang dapat dioptimalkan.
BACA JUGA: Beasiswa Sawit, Dorong Kompetensi SDM Sawit Bisa Hingga Tingkat Global
“Praktik Integrasi seperti produksi tanaman pangan dan peternakan tidak hanya dapat meningkatkan hasil produksi kelapa sawit, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan mendukung ketahanan pangan daerah,” kata Gubernur saat membuka acara seminar internasional, Integrated Cattle and Oil-Palm Production (ICOP) Conference ke-2 tahun 2024, bertajuk “Synergizing Growth and Sustainability: Innovating Integrated Cattle and Oil Palm Plantation Systems”, pada Senin (29/1/2024) dihadri InfoSAWIT di Pontianak.
Lebih lanjut, pertemuan ini menjelaskan bahwa integrasi sapi dan kelapa sawit di Kalimantan Barat sesuai dengan tema konferensi “Synergizing Growth and Sustainability: Innovating Integrated Cattle and Oil Palm Plantation Systems”. Praktek ini tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi melalui produksi daging sapi, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan, ekonomi, dan sosial.
“Dengan memanfaatkan perkebunan sawit yang setiap satu hekteranya berpotensi menyediakan pakan sapi berupa 3 sampai 5 ton bahan kering dari gulma dan rumput, 486 ton buah piring dari pelepah kering dan 17,1 Ton daun sawit kering, integrasi sapi dan kelapa sawit dapat menjadi solusi untuk meningkatkan rantai nilai ekonomi. Setiap hektar kebun sawit berpotensi menyediakan pakan sapi, serta sumber energi dan protein bagi ternak sapi,” katanya.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Pada Selasa (30/1) Withdraw, Penawaran Tertinggi Rp. 11.800/Kg
Serta melalui pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi dan produksi daging sapi di Kalimantan Barat, yang saat ini masih mengimpor sapi dari luar daerah. Dengan memanfaatkan 2,1 juta hektar lahan perkebunan untuk integrasi sapi dan sawit, terdapat potensi besar untuk mencapai kemandirian pangan dan ekonomi di daerah ini.
