“Meskipun terdapat opini pesimis terkait dengan kepadatan, penyakit ganoderma, dan gangguan terhadap aktivitas perkebunan, pertemuan ini mengajukan rekomendasi kebijakan untuk praktek integrasi yang baik dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, provinsi, dan pemangku kepentingan diminta untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi ini,” catat dia.
Sebab itu, ungkap Gubernur Kalbar, seminar internasional diharapkan bisa memberikan pemahaman mendalam tentang potensi integrasi sapi dan kelapa sawit di Kalimantan Barat. “Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan dapat tercapai kemandirian pangan, ekonomi, dan sosial, sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat setempat dan Indonesia secara keseluruhan,” tandas dia. (T2)
