“Kebutuhan akan minyak kelapa sawit untuk industri hilir membuat harga kelapa sawit standar meningkat, memaksa petani untuk meningkatkan produktivitas mereka,” jelas Saleh Husin.
Langkah hilirisasi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tetapi juga memperlemah kekuatan pembeli minyak sawit, yang selama ini mendominasi perdagangan internasional.
Dengan demikian, hilirisasi menjadi strategi yang memungkinkan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor ke negara-negara pembeli kelapa sawit tanpa mengurangi produksi nasional. (T2)
