InfoSAWIT, JAKARTA – Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin telah menyoroti pentingnya hilirisasi industri kelapa sawit sebagai bagian integral dari pengembangan industri yang menjadi kunci peningkatan perekonomian nasional dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Dalam sidang promosi doktoralnya di Makara Art Center UI Depok, Jawa Barat, Sabtu lalu, Saleh Husin, yang kini telah meraih gelar Doktor dari Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (UI), menegaskan bahwa langkah hilirisasi merupakan suatu keharusan.
“Hilirisasi memerlukan investasi besar, produksi efisien, dan pengaturan ekspor yang optimal,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari Antara ditulis Senin (26/2/2024).
BACA JUGA: Mahasiswi Doktoral FTUI Bahas Potensi Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dalam Desertasinya
Dalam disertasinya, simulasi yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan penurunan ekspor produk hulu sebesar 5 persen dan peningkatan ekspor produk hilir sebesar 15 persen, diperkirakan devisa Indonesia akan meningkat sebesar 7 miliar dolar AS per tahunnya, serta Produk Domestik Bruto akan mengalami peningkatan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi.
Hilirisasi menjadikan produk kelapa sawit sebagai bahan baku langsung untuk produk konsumen seperti kosmetika dan sabun, yang sulit tergantikan oleh minyak nabati lainnya. Saleh Husin menekankan bahwa karakteristik unik minyak kelapa sawit memudahkan penggunaannya dalam berbagai produk turunan.
Selain itu, luas lahan yang dibutuhkan untuk produksi kelapa sawit relatif kecil, sehingga biaya produksinya lebih rendah dibandingkan dengan minyak nabati lainnya.
BACA JUGA: RSPO dan Solidaridad Amerika Latin Menandatangani Deklarasi untuk Dukung Minyak Sawit Berkelanjutan
Hilirisasi juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani kelapa sawit swadaya, yang saat ini masih jauh di bawah perusahaan besar dengan produksi rata-rata 2-3 ton per hektare per tahun.
