InfoSAWIT, JAKARTA – Perkebunan kelapa sawit telah menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keberlanjutan, terutama dengan adanya petani sawit swadaya yang telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Salah satu langkah penting untuk mendukung pertumbuhan perkebunan tersebut adalah melalui penjualan Tandan Buah Segar (TBS).
Pada tanggal 5 Februari 2024, Cargill bersama Perkumpulan Petani Swadaya Mitra Harapan (PPMH) menjalankan uji coba pembelian TBS sawit bersertifikat RSPO di pabrik Paku Juang, Manis Mata, Ketapang, Kalimantan Barat. Uji coba ini melibatkan koperasi anggota Perkumpulan Petani Mitra Harapan (PPMH) KUD Sinar Beraduk Jaya, dengan transaksi harian sebanyak 15–20 ton TBS.
Diungkapkan Sustainability Lead untuk Cargill Tropical Oils, Yunita Widiastuti, pihaknya berkomitmen guna melakukan pembelian TBS sawit bersertifikat RSPO di Paku Juang Mill, merupakan langkah uji coba untuk melibatkan petani sawit swadaya dalam rantai pasok produk segregasi. “Cargill berkomitmen penuh untuk mendukung perdagangan fisik produk TBS bersertifikat RSPO dari petani sawit swadaya, dengan rencana membeli 100 persen TBS sawit bersertifikat RSPO,” kata Yuanita dalam keterangannya diterima InfoSAWIT, Kamis (29/2/2024).
BACA JUGA: DSNG Bukukan Laba Rp 842 Miliar Selama 2023
Sementara Manager PPMH, Sandi Priana menyampaikan, bahwa inisiatif ini tentu bukan sekedar hubungan jual beli, tetapi juga hubungan kemitraan jangka panjang untuk bersama-sama melakukan perbaikan dalam tata kelola kelapa sawit yang berkelanjutan. “Dengan cara ini, petani sawit swadaya memiliki alternatif untuk memaksimalkan manfaat sertifikasi RSPO,” katanya.
Rukaiyah Rafik, Kepala Sekretariat Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI), menyoroti pentingnya model perdagangan TBS sawit bersertifikat secara fisik yang sedang diuji coba oleh Cargill adalah model perdagangan ideal, terutama jika ingin menjawab soal traceability dan relasi kemitraan antara petani sawit swadaya dan pabrik.
“Model ini harus menjadi alternatif untuk mendorong kemitraan yang erat dengan perusahaan dan juga memastikan produk bersertifikat RSPO dari petani swadaya terjual secara bersertifikat melalui supply chain yang bersertifikat, dan paling penting, model ini dapat menjadi contoh untuk penerapan regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR),” kata Rukaiyah yang akrab disapa Uki.
BACA JUGA: GAPKI Studi Banding ke PT Kayung Agro Lestari, dalam Upaya Pencegahan Karhutla
Rencananya, Cargill akan melibatkan dua asosiasi petani swadaya bersertifikat RSPO lainnya dalam proses perdagangan TBS fisik, yaitu PPSK (Perkumpulan Petani Swadaya Ketapang) di Air Upas Ketapang, Kalimantan Barat, dan PPSMH (Perkumpulan Petani Swadaya Mitra Hindoli) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
PPMH sendiri telah memperoleh sertifikasi RSPO pada November 2023, dan saat ini sedang dalam proses sertifikasi ISPO dengan dukungan dari berbagai pihak seperti Cargill, IDH, JDE, dan FORTASBI. (T2)
