InfoSAWIT, MAMUJU — Pada Forum Perangkat Daerah (PD) Tahun 2024 Sektor Perkebunan se-Sulawesi Barat (Sulbar) yang diselenggarakan di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju pada Jumat, 8 Maret 2024 lalu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail, menyampaikan arah pembangunan perkebunan Sulbar menuju tahun 2025.
Menurut Herdin Ismail, fokus utama pembangunan perkebunan Sulawesi Barat tahun 2025 adalah peningkatan produksi komoditas utama, seperti kakao, kopi, kelapa, dan sawit melalui kegiatan perbenihan dan pengendalian hama penyakit. Namun, selain peningkatan produksi, ada beberapa hal penting yang juga harus diperhatikan.
Pertama, adalah dampak perubahan iklim. Herdin menekankan bahwa fenomena ini harus diantisipasi dengan baik agar tidak merugikan ekonomi, terutama bagi para petani. Kedua, adalah perkebunan berkelanjutan khususnya pada komoditas sawit dan kakao. Dia menegaskan bahwa pada tahun 2025, semua petani sawit harus memiliki sertifikat ISPO (Indonesian Sustainability Palm Oil). Program terkait sertifikasi kakao berkelanjutan juga sedang dirancang oleh Kementerian.
“Pada tahun 2025, seluruh pekebun sawit sudah wajib untuk memiliki sertifikat ISPO (Indonesian Suistainabilty Palm Oil). Selain itu, saat ini dari Kementerian sedang dicanangkan program terkait STDB Kakao, yang kemungkinan besar kedepannya juga akan diarahkan pada sertifikasi kakao berkelanjutan,” kata Herdin, dilansir InfoSAWIT dari Laman resmi Pemprov Sulbar ditulis Senin (11/3/2024).
Lants peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Petani, terutama mengenai teknik budidaya berkelanjutan, menjadi perhatian. Herdin juga menyoroti beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan dalam menyusun rencana kerja di tahun 2025. Pertama, sinkronisasi antara target pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kedua, manajemen hilirisasi komoditas perkebunan untuk meningkatkan nilai ekspor. Ketiga, program mandiri benih untuk menjamin ketersediaan benih di tingkat petani. Keempat, meningkatnya harga komoditas, khususnya kakao, harus dijadikan peluang untuk memulihkan minat masyarakat dalam budidaya kakao.
BACA JUGA: Mengenal Ragam Jenis Kacangan Penutup Tanah dan Manfaatnya
Herdin mengakui bahwa mencapai tujuan ini tidaklah mudah dan banyak kendala yang harus dihadapi. Namun, dengan program dan kegiatan yang dirumuskan dengan baik, dia yakin bahwa hal tersebut bukanlah mustahil. Herdin berharap bahwa melalui Forum Perangkat Daerah ini, dimulailah langkah konkret menuju pembangunan perkebunan yang diimpikan, yakni “kembalinya kejayaan perkebunan di Sulawesi Barat.” (T2)
