Keempat, mengupayakan beberapa negara tujuan ekspor yang belum teroptimalkan. Langkah ini, menggunakan big data yang dihasilkan, guna meningkatkan kinerja pasar ekspor secara optimal dan memperoleh negara tujuan ekspor baru. Dengan menggunakan Analitika bisnis dari sisi prediksi, maka dihasilkan prioritas negara tujuan ekspor yang dapat lebih dikembangkan di masa mendatang.
Kelima, upaya meningkatkan kinerja logistik dalam peningkatan ekspor. Langkah ini harus dilakukan, guna memastikan adanya perbaikan infrastruktur dan logistik perdagangan internasional. Hasil penelitian Suroso (2022), menjelaskan adanya indikator penting dari Indeks kinerja logistik Indonesia bagi ekspor minyak sawit dan produk turunannyaturunannya, yaitu ketepatan waktu dan penelusuran (traceability).
Keenam, adopsi precision agriculture di Industri kelapa sawit. Langkah ini dilakukan, guna memastikan penerapan Analitika bisnis pada operasi perkebunan kelapa sawit. Pemantauan yang perlu dilakukan yaitu pada; tanaman kelapa sawit, analisis kesehatan tanaman dan kondisi tanah, analisis dan prediksi cuaca, melakukan analisis kebutuhan nutrisi pada tanaman, pemetaan hama dan penyakit tanaman dan prediksi hasil panen.
BACA JUGA: Jepang-Malaysia Lakukan Riset Bersama Ubah Limbah Sawit Jadi Sumber Energi Terbarukan
Upaya yang dilakukan, dapat menggunakan penerapan teknologi sensor, IoT, GPS, drone, dan satelit guna mendapatkan data yang akurat dari tanaman kelapa sawit.
Ketujuh, penguatan hilirisasi sawit dengan penerapan Analitika bisnis. Langkah ini dilakukan guna membantu kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri minyak sawit Indonesia supaya berdaya saing global. Hasil penelitian yang didapat, dengan pemberlakuan kebijakan terkait hambatan hingga larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO), adanya organisasi yang menaungi Industri hilirisasi dan memperhatikan pergerakan dari nilai tukar akan berimplikasi positif terhadap kinerja produk hilir sawit Indonesia.
BACA JUGA: Melalui Analitika Bisnis Bisa Tingkatkan Daya Saing Bisnis Sawit
“Pentingnya melakukan tujuh (7) langkah diatas, berdasarkan penelitian Analitika bisnis yang dilakukan, secara holistik akan mendorong daya saing Industri kelapa sawit untuk tetap kompetitif di masa depan”, tandas Prof Arif. (T1)
