Selanjutnya, penguatan kapasitas petani menjadi pekerjaan lanjutan dengan dukungan dari multi pihak, dimana organisasi petani, Lembaga Swadaya Masyarakat, pemerintah pusat dan daerah bekerjasama melakukan pelatihan bersama, guna menjadikan petani swadaya melakukan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan.
Berikutnya, praktik budidaya terbaik dimulai sejak awal, dari pembukaan lahan tanpa bakar, menjaga ekosistem lingkungan dengan tidak melakukan deforestasi. Menjaga areal lahan yang memiliki nilai konservasi tinggi dan menjaga kelestarian satwa liar. Melalui organisasi petani sawit yang bekerjasama dengan multi pihak ini, maka berbagai kegiatan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan dapat dilakukan petani sawit secara bersama-sama.
Sebagai landasan dasarnya, praktik budidaya sawit yang dilakukan petani, secara simultan dapat turut serta menjaga lingkungan dan menyejahterakan sosial masyarakat sekitarnya. Lantaran, keberadaan petani sawit yang cenderung serba terbatas, dapat dibantu oleh multi pihak yang bertujuan membangun perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
BACA JUGA: 17 Tahun Pasar Minyak Sawit Belanda Promosikan Prinsip Berkelanjutan
Sertifikasi Berkelanjutan Menguntungkan Petani Sawit.
Sertifikasi berkelanjutan ISPO, yang secara mandatori dilakukan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, dapat pula menjadi muara kerja sama multi pihak dalam pengembangan sawit berkelanjutan. Pasalnya, keberadaan pelaku usaha perkebunan termasuk petani sawit, memiliki kepentingan besar dalam melanjutkan keberlangsungan usaha kebun sawitnya.
Keberadaan kebun sawit yang memiliki banyak persoalan tata kelola, sejatinya dapat ditelusuri akar persoalannya dan dicarikan solusi sebagai jalan keluar penyelesaian masalahnya. Tentu saja, melalui penerapan praktik budidaya terbaik dan berkelanjutan, hasil produktivitas kebun petani sawit akan turut meningkat.
Di sisi lain, keberadaan petani sawit dapat melakukan kerjasama pengelolaan bersama perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dengan melakukan kerjasama kuat bersama perusahaan perkebunan, maka posisi kelompok atau koperasi petani menjadi lebih kuat dan setara, dalam Perjanjian kerjasama yang dilakukan.
BACA JUGA: AIC Pastikan Rantai Pakan Berkelanjutan di Inggris, Bersumber dari Minyak Sawit Berkelanjutan
Terlebih, posisi petani sawit yang setara dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dapat menjadi bagian dari kerjasama multi pihak yang saling membutuhkan di masa depan. Semoga.
