InfoSAWIT, DEN HAAG – Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Dr. Rizal A. Lukman, memimpin delegasi CPOPC untuk bertemu dengan the Netherlands Food and Consumer Product Safety Authority (NVWA) dalam rangka diskusi mendalam mengenai kesiapan implementasi Regulasi produk Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang dijadwalkan berlaku pada Desember 2024 di tingkat negara anggota Uni Eropa.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal CPOPC menyoroti perkembangan alat pelacakan kelapa sawit di negara eksportir, yakni National Dashboard dari Indonesia dan e-Malaysian Sustainable Palm Oil (e-MSPO) dari Malaysia. Kedua alat ini dirancang untuk meningkatkan keterlacakan dan transparansi rantai pasok kelapa sawit di masing-masing negara.
Perwakilan NVWA menjelaskan tentang alat manajemen online dari Komisi Eropa untuk EUDR yang dikenal sebagai TRACES. Sistem ini akan menjadi platform utama dalam pengelolaan dan pemantauan kepatuhan terhadap regulasi deforestasi di seluruh Uni Eropa.
BACA JUGA:
“CPOPC berkomitmen untuk memfasilitasi pertemuan teknis antara otoritas terkait di Indonesia, Malaysia, dan Belanda. Pertemuan ini akan membahas cara penggunaan alat pelacakan yang tersedia untuk mendukung kepatuhan terhadap EUDR,” demikian catat pihak CPOPC dalam laman resmi dikutip InfoSAWIT, Senin (27/5/2024).
Dengan demikian, inisiatif ini menunjukkan upaya bersama dalam memastikan bahwa rantai pasok kelapa sawit dapat memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan oleh Uni Eropa, serta meningkatkan transparansi dan keterlacakan dalam industri kelapa sawit global. (T2)
