Seorang planter memiliki karakter sendiri, karakter khas pekerja lapangan. Mampu menyesuaikan dengan budaya kebun (bangun pagi, apel pagi, mengawasi pekerjaan di lapangan, menyelesaikan pekerjaan administrasi sore hari, dan menghabiskan buah restan). Kebanyakan tugas seorang planter berada di lapangan, maka berbadan sehat wajib dimiliki oleh seorang planter. Fisik yang tangguh atau kaki besi, hal ini dibutuhkan seorang planter untuk mengawasi secara langsung pekerjaan di arealnya. Mempunyai sifat kepemimpinan untuk dapat membimbing dan mengarahkan karyawan/bawahan. Skill komunikasi untuk berkomunikasi dengan bawahan, rekan kerja, atasan dan masyarakat sekitar kebun.
Setiap planter tentunya ingin sukses berkarier, untuk itu seorang planter harus memiliki sikap profesional dan integritas.
Profesional
Profesional adalah suatu kemampuan dan keterampilan seseorang planter dalam melakukan pekerjaanya. Profesional mencakup komitmen untuk melakukan tugas atau pekerjaan dengan baik. Dalam diri seorang profesional melekat dedikasi. Dedikasi adalah suatu tindakan pengorbanan dalam bentuk tenaga, pikiran, serta waktu demi mencapai tujuan. Seorang planter yang berdedikasi tinggi akan rela dan siap sedia mengorbankan berbagai hal untuk kemajuan perusahaan tempatnya bekerja. Disini berlaku hukum tuai, apa yang tabur, itulah yang akan Anda tuai. Anda memberi yang terbaik pada pekerjaan Anda, maka pekerjaan Anda akan memberikan yang terbaik bagi kehidupan dan karier Anda.
BACA JUGA: Helm Proyek Berbahan Sawit Dukung Pembangunan Ibu Kota Nusantara
Integritas
Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, seorang profesional membutuhkan integritas. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), integritas merupakan mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran
Integritas menunjukkan konsistensi antara ucapan dan keyakinan yang tercermin dalam perbuatan sehari-hari.
Planter yang memiliki integritas tidak akan melakukan perbuatan tercela. Seorang asisten/planter juga merupakan pemimpin bagiannya, menjadi pemimpin harus dapat menjaga integritas dan amanah. Bawahan cenderung mengikuti pemimpinnya. Pemimpin harus bisa menjadi teladan bagi bawahannya.
BACA JUGA: MRP Papua Selatan Minta Wapres Evaluasi Izin Perkebunan Kelapa Sawit di Papua
Memiliki integritas membuat planter dipercaya atasan dan dihormati rekan kerja, nyaman dalam melaksanakan tugasnya, melakukan aktivitas dan pekerjaannya sehari-hari dengan penuh semangat, dan mampu mengembangkan hubungan antar individu maupun lingkungan masyarakat, misalnya membuat bisa bekerjasama untuk menyelesaikan tugas maupun kegiatan yang menuntut kekompakan serta kerjasama yang baik.
Maka sangat penting seorang planter mempunyai integritas. Memiliki sikap profesional dan integritas merupakan landasan bagai seorang planter untuk menapak jenjang karier yang lebih tinggi. (*)
Penulis: Maruli Pardamean / Praktisi dan Penulis Buku Kelapa Sawit
