InfoSAWIT, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, menghadiri acara Refleksi Sembilan Tahun Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada Senin (10/6/2024) lalu di Jakarta. Dalam acara tersebut, Dirjen Perkebunan mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai pemicu semangat dan kolaborasi demi masa depan perkelapasawitan Indonesia yang lebih baik.
“Selamat ulang tahun yang ke-9 untuk BPDPKS. Semoga semakin maju dan bisa melayani para pekebun kita dengan lebih baik. Program-program yang menjadi tanggung jawab BPDPKS harus dijalankan dengan baik, sehingga kelapa sawit tetap menjadi masa depan bagi bangsa Indonesia, dan kehadiran BPDPKS selalu berarti bagi pekebun kelapa sawit kita,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari laman resmi DitjenBun ditulis Senin (18/6/2024).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman, menekankan pentingnya peningkatan kinerja, tata kelola, dan penguatan sumber daya manusia di sektor kelapa sawit. Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dalam negeri terhadap produk kelapa sawit, terutama untuk memenuhi kebutuhan biofuel atau biodiesel.
BACA JUGA: Potensi Perkebunan Sawit di Desa Basirih Hulu Terkendala Status Kawasan Sandang Pangan
“BPDPKS ditugaskan untuk mendanai perkebunan sawit rakyat, khususnya yang sudah waktunya dilakukan replanting. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan, serta universitas dan pihak terkait lainnya. Program beasiswa dan berbagai pelatihan yang kami adakan diharapkan dapat bermanfaat bagi pekebun dalam mengelola kebunnya dengan baik serta memenuhi kebutuhan biofuel maupun biodiesel,” jelas Eddy.
Eddy menambahkan bahwa hilirisasi kelapa sawit harus terus dikembangkan dan ditingkatkan. “Jadi, bukan hanya CPO saja yang diekspor, tapi juga produk turunan lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Kemitraan Petani sawit-PKS: Dilema Penetapan Harga TBS Sawit Petani Swadaya
Evita Legowo, Ketua Dewan Pengawas BPDPKS, juga menyoroti pentingnya biodiesel dalam mengurangi impor solar dan memberikan solusi bahan bakar yang lebih bersih. “Butuh sinergi bersama, baik dari sisi pemerintah, pekebun, industri, maupun swasta. Hal ini perlu dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak terkait. Sesuai dengan tugas dan fungsi kami, kami berupaya membantu mengawasi pengelolaan dan organisasi agar pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tugas BPDPKS, sehingga memperlancar tugas kami dalam memberikan manfaat bagi insan perkelapasawitan dan bangsa Indonesia,” tuturnya. (T2)
