Penggunaan Biodiesel B40 Diharapkan Kurangi Emisi Karbon di Sektor Kereta Api

oleh -2.454 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI resmi memulai uji coba penggunaan bahan bakar B40 untuk mesin diesel di sektor kereta api, pada Senin (22/7/2024).

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI resmi memulai uji coba penggunaan bahan bakar B40 untuk mesin diesel di sektor kereta api. Acara kick off ini berlangsung pada Senin (22/7/2024) di Pusat Uji Sarana Kereta (PUK) LPN, Kota Yogyakarta. B40 adalah campuran yang terdiri dari 40 persen minyak kelapa sawit (CPO) dan 60 persen solar.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan langkah awal untuk memastikan kelancaran penggunaan B40 di perkeretaapian. Uji coba dimulai dari Stasiun Lempuyangan Yogyakarta hingga Stasiun Senen Jakarta. “Ada beberapa poin yang kami harapkan dari penggunaan B40 ini, terutama penurunan emisi,” kata Eniya dikutip InfoSAWIT dari Tribun Jogja ditulis Selasa (23/7/2024).

Proses uji coba akan dilakukan selama minimal 1200 jam perjalanan, diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua bulan. Setiap perjalanan pulang-pergi Yogyakarta-Jakarta memakan waktu sekitar 22 jam.

BACA JUGA: Kementerian ATR/BPN Komit Perbaiki Tata Kelola Untuk Kepastian Lahan Sawit

Eniya juga menegaskan bahwa peralihan ke B40 ini akan dilakukan secara bertahap di beberapa sektor. Pada tahun lalu, sektor otomotif telah berhasil menyelesaikan penggunaan B40, dan tahun ini fokusnya pada lima sektor yaitu pertambangan, kereta api, alat pertanian, perkapalan, dan generator listrik.

Selain sektor kereta api, kick off penggunaan B40 juga akan dilakukan di sektor maritim dan alat pertanian yang direncanakan berlangsung di Balikpapan dalam waktu dekat. Hasil dari semua uji coba ini diharapkan terkumpul pada Desember 2024, sehingga pada tahun 2025 penggunaan B40 dapat diterapkan secara luas.

Penggunaan B40 di sektor non-otomotif diharapkan mencapai 16 juta kiloliter, yang akan mampu menekan emisi hingga 14,6 juta ton CO2. Eniya menyampaikan bahwa penghematan devisa negara setelah penerapan B40 diperkirakan mencapai 9 miliar USD. “Penghematan devisa ini sangat signifikan, dengan estimasi mencapai Rp 122 triliun tahun lalu saat kita menggunakan B35,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,67 Persen Pada Senin (22/7), di Bursa Malaysia Naik Tipis

Vice President of Logistics PT KAI, Suryawan Putra Hia, mendukung langkah pemerintah ini dengan menyediakan genset dan lokomotif sebagai alat uji. Suryawan optimistis penggunaan B40 tidak akan berdampak signifikan pada mesin kereta api. “Sejauh ini, penggunaan biodiesel untuk bahan bakar kereta api tidak ada masalah,” pungkasnya. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com