Dean Affandi, Ketua Program Lapangan Earthworm Foundation di Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menjaga alam dan mendukung masyarakat melalui praktik rantai pasokan yang berkelanjutan. Dengan dukungan Apical, Earthworm Foundation akan mendorong perencanaan penggunaan lahan partisipatif (PLUP), sebuah proses kolaboratif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membuat rencana penggunaan lahan yang adil, layak, dan berkelanjutan. Program ini menargetkan perlindungan 10.000 hektar lahan dan penanaman 90.000 pohon untuk konservasi dan restorasi hutan.
Ripto Widargo, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA, mewakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap program SLV. “Program ini sejalan dengan visi dan misi Kutai Timur untuk meningkatkan daya saing ekonomi berbasis sektor pertanian dan merancang program yang berwawasan lingkungan. Kami berharap program ini dapat menjadi model yang bisa diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.
SLV pertama kali diluncurkan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, pada Februari 2023 sebagai bagian dari agenda keberlanjutan Apical hingga 2030, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs). Apical berkomitmen untuk mendukung 30 desa melalui program ini pada tahun 2030. (T2)
