Tercatat, Indonesia telah melakukan berbagai upaya konkret untuk mendukung penerapan kebijakan hijau, mulai dari penguatan regulasi hingga peningkatan penggunaan teknologi ramah lingkungan. “Kami terus mendorong sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ujar Musdalifah.
Ia juga menyatakan bahwa Indonesia siap bekerja sama dengan Tiongkok dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi tantangan lingkungan global, termasuk dengan memperkuat pertukaran pengetahuan dan teknologi di sektor rantai nilai hijau.
Sementara, Yonghong Li dari Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama yang semakin erat antara ASEAN dan Tiongkok dalam pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan China Green Value Chain akan membawa dampak positif, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,39 Persen Pada Rabu (25/9), Di Bursa Malaysia Harga CPO Melesat
Mengakhiri sambutannya, Mardyana mengundang seluruh peserta untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang akan berlangsung pada Oktober 2024 di Tangerang. TEI diharapkan menjadi ajang untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia, termasuk produk sawit yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Dialog Kebijakan Hijau ini diharapkan menjadi momentum penting bagi ASEAN dan Tiongkok dalam memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan global terkait lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. (T2)
