Ke depan, SPKS mendorong agar evaluasi terhadap program biodiesel B50 melibatkan seluruh pemangku kepentingan, khususnya petani. “Kami berharap kemitraan antara petani dan industri biodiesel dapat segera terwujud. Dengan melibatkan petani lebih intensif, dampak program ini bisa lebih dirasakan,” pungkas Sabarudin.
Melalui perbaikan pola kemitraan dan peningkatan produktivitas, program biodiesel tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional, tetapi juga mengangkat kesejahteraan petani sawit yang selama ini menjadi penopang utama industri kelapa sawit di Indonesia. (T2)
