InfoSAWIT, MEDAN – Pemerintah Indonesia menegaskan peran penting petani peserta Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam upaya meningkatkan pasokan minyak sawit mentah (CPO) guna mendukung pengembangan bahan bakar biodiesel B-50. Proyek ini akan membutuhkan tambahan pasokan CPO hingga 6,6 juta ton agar target peningkatan bauran biodiesel dari B-40 ke B-50 dapat tercapai.
Sejalan dengan misi swasembada energi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, energi nabati berbasis kelapa sawit menjadi peluang emas bagi petani sawit untuk meningkatkan nilai ekonomi perkebunan mereka. Program PSR pun diharapkan mampu mendongkrak kualitas dan produksi sawit rakyat yang saat ini masih lebih rendah dibandingkan perkebunan perusahaan, dengan produktivitas hanya sekitar 40% dari standar produksi perusahaan besar.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Triwidarto, menjelaskan bahwa PSR memainkan peran penting dalam memperbaiki taraf hidup petani melalui peningkatan kualitas dan produktivitas panen sawit. “Pemerintah mendorong perusahaan besar, BUMN, dan petani untuk bersama-sama meningkatkan produksi demi mencapai swasembada energi dan pangan,” ujarnya dalam acara Spotlight of Indonesia Palm Oil Issues (SIOP) 2024 di Medan, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (15/11/2024).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (14/11), Harga CPO di Bursa Malaysia Masih Melemah
Heru menambahkan, jika diperlukan perluasan lahan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel, setidaknya diperlukan tambahan 2,3 juta hektare lahan baru.
Acara SIOP 2024 ini digagas oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut dan harian Bisnis Indonesia, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang juga menginisiasi program PSR untuk percepatan peremajaan kebun sawit di Indonesia. Kepala Divisi Perusahaan BPDPKS, Achmad Maulizal, memaparkan bahwa selama periode 2016-2024, program PSR telah mencakup 251.637 hektare di 21 provinsi dengan lebih dari 154.000 petani sawit.
Menurut Achmad Maulizal, program ini akan terus diperluas demi meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong kesejahteraan petani sawit melalui program ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Kementerian ESDM Tetapkan HIP Biodiesel Oktober 2024 Senilai Rp 12.633 per Liter
Di sisi lain, Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyatakan dukungan penuh sektor swasta dalam membantu implementasi PSR. GAPKI, katanya, berkoordinasi dengan Dirjen Perkebunan dan BPDPKS untuk mengatasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari masalah dokumentasi hingga proses teknis lainnya seperti pembuatan peta dan dokumen administrasi.
