“Dari 13 klaster, program ini sudah berjalan di enam kabupaten. Kami akan terus memaksimalkan dan menggencarkan implementasinya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” pungkas Heronimus.
Program SISKA diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi sapi, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor perkebunan dan peternakan di Kalbar. Dengan sinergi yang baik, integrasi sapi dan kelapa sawit diyakini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. (T2)
