BPDPKS Dukung Strategi Penguatan Pasar Sawit di Forum CPOPC

oleh -2.181 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Delegasi Indonesia, yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta BPDPKS, pada CPOPC Ministerial Meeting ke-12juga mengangkat isu lain.

InfoSAWIT, JAKARTA — Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) menggelar Ministerial Meeting ke-12 pada 29 November 2024 di Jakarta. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama negara-negara penghasil sawit dalam menghadapi tantangan global, termasuk proteksionisme perdagangan dan isu keberlanjutan.

Acara ini dihadiri oleh para menteri dari Indonesia, Malaysia, dan Honduras sebagai anggota penuh, serta negara pengamat seperti Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Nigeria. Kolombia, Ghana, dan Papua Nugini, yang sedang dalam proses bergabung, turut hadir untuk memperkuat kerja sama.

Dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, pertemuan ini menyoroti pentingnya kolaborasi strategis untuk mendukung keberlanjutan industri sawit sekaligus memperluas pasar global. “Kolaborasi ini penting untuk memperkuat posisi sawit dalam pengurangan emisi karbon dunia dan mendorong diversifikasi energi berbasis sawit, seperti biodiesel B40,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi dikutip InfoSAWIT, Senin (2/12/2024).

BACA JUGA: Peluncuran Angkatan Kedua Young Elaeis Ambassadors: Menggagas Masa Depan Industri Sawit Berkelanjutan

Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia, YB Datuk Seri Johari Abdul Ghani, menambahkan bahwa proteksionisme perdagangan yang meningkat menjadi tantangan utama. “Diperlukan strategi bersama untuk memastikan akses pasar yang adil bagi semua negara penghasil sawit, khususnya petani kecil,” katanya.

Dalam forum ini, CPOPC sepakat memprioritaskan pengembangan energi hijau berbasis sawit, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang dinilai penting untuk kebutuhan energi masa depan. Indonesia dan Malaysia dipandang sebagai pemimpin utama inisiatif ini berkat kapasitas produksi yang berkelanjutan.

Delegasi Indonesia, yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta BPDPKS, juga mengangkat isu lain, seperti upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 41% melalui pemanfaatan biomassa sawit. Dukungan ini sejalan dengan target pemanasan global yang diusung oleh berbagai forum internasional.

BACA JUGA: Pertemuan Tingkat Menteri CPOPC ke-12: Perkuat Kemitraan dan Perluas Pasar Sawit

Selain itu, pelatihan bagi petani kecil menjadi salah satu agenda utama untuk memastikan mereka dapat memenuhi regulasi internasional, seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang mulai berlaku pada akhir 2026. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi minyak sawit yang memenuhi prinsip keberlanjutan.

CPOPC terus memperkuat diplomasi dengan negara-negara konsumen utama seperti India, China, dan Uni Eropa. Kampanye positif untuk mengatasi citra negatif minyak sawit juga menjadi bagian dari strategi ini.

Langkah konkret lain yang diusulkan adalah pemanfaatan limbah sawit, seperti minyak jelantah dan Palm Oil Mill Effluent (POME), untuk mendukung transisi energi hijau. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sawit sekaligus memperluas pasar biodiesel global.

BACA JUGA: CPOPC Libatkan Generasi Muda dalam Kampanye Sawit Berkelanjutan Melalui Young Elaeis Ambassadors

Pertemuan ditutup dengan serah terima kepemimpinan CPOPC dari Indonesia kepada Malaysia untuk periode 2024–2025. Kolaborasi antarnegara anggota diharapkan dapat memajukan industri sawit global yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendukung transisi menuju energi hijau. (T1)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com