Dalam diskusi yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk petani, perusahaan, dan pemerintah, Ery menekankan pentingnya kemitraan yang saling menguntungkan. “Kemitraan antara petani dan perusahaan harus dilakukan secara transparan dan saling menguntungkan. Tanpa adanya keterbukaan, hubungan kemitraan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Dalam akhir presentasinya, Ery menekankan bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam sektor sawit, petani harus mandiri dan berdaya. “Kami berharap petani tidak hanya bergantung pada pihak lain, tetapi juga mampu mengelola usaha mereka sendiri dengan baik,” ujarnya.
Program pendampingan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi masyarakat seperti Serikat Petani kelapa Sawit (SPKS) juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan. (*)
