BPDPKS juga menyelenggarakan dua skema pendanaan riset, yaitu Grant Riset Sawit melalui seleksi terbuka serta riset inisiatif yang diusulkan oleh kementerian yang tergabung dalam Komite Pengarah BPDPKS. Riset inisiatif ini lebih difokuskan pada penyusunan naskah akademik untuk pembuatan kebijakan.
Selain itu, BPDPKS juga mengadakan Lomba Riset Sawit untuk mahasiswa, memberikan kesempatan bagi peneliti muda untuk mengembangkan ide inovatif dalam industri sawit. Saat ini, pendaftaran telah dibuka melalui aplikasi resmi BPDPKS di http://programreset.bpdp.org.id.
Sementara itu, Deputi Bidang Fasilitas Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono, mengapresiasi semangat para periset BRIN dalam mengajukan proposal riset ke Grant Riset Sawit BPDPKS. Ia menekankan pentingnya riset yang aplikatif agar dapat dikembangkan lebih lanjut oleh industri dan pemerintah.
BACA JUGA: Harga CPO Melambung Membuat India, China, dan Eropa Beralih ke Minyak Nabati Lain
“Proposal Grant Riset Sawit ini difokuskan pada topik-topik yang aplikatif, baik dari riset yang telah dilakukan sebelumnya maupun yang sempat terhenti. Kami berharap jumlah proposal yang masuk cukup banyak, meskipun tenggat waktunya relatif singkat, hingga 21 Maret 2024,” ujar Agus.
Ia optimistis bahwa lebih dari 12 proposal akan terpilih untuk didanai dan dikontrak pada tahun depan. “Pendanaan tahun ini ditujukan untuk penelitian yang akan berjalan pada 2025,” pungkasnya. (T2)
