InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, Pemuda Tani dan Gabungan Petani Pengusaha Pertanian & Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (GAPERKASINDO) sepakat untuk berkolaborasi mendukung pengembangan padi gogo dan percepatan peremajaan kelapa sawit rakyat. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan yang digelar di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas utama. Padi gogo dipandang sebagai strategi efektif untuk meningkatkan produksi beras nasional, terutama di lahan-lahan tadah hujan. Di sisi lain, peningkatan produksi minyak sawit mentah (CPO) menjadi krusial untuk mendukung program biodiesel, yang membutuhkan akselerasi peremajaan kebun sawit milik rakyat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi menyepakati target ambisius: 40.000 hektare lahan untuk pengembangan padi gogo dan 8.000 hektare untuk peremajaan kelapa sawit rakyat. Proyek ini akan melibatkan pendataan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) secara menyeluruh serta koordinasi aktif dengan dinas pertanian setempat.
Charles Lumbantoruan, Ketua Bidang Kerja Sama Pemuda Tani, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Melalui kerja sama ini, kami ingin membantu mempercepat swasembada pangan, khususnya padi. Kami akan identifikasi potensi lahan dan bantu penyiapan administrasinya agar bisa mengakses bantuan pemerintah, atau alternatifnya, pendanaan dari swasta dan perbankan,” ujar Charles dalam keterangannya kapada InfoSAWIT, Kamis (22/5/2025).
Selain itu, Pemuda Tani juga ingin melibatkan generasi muda dalam sektor pertanian. “Kami ingin menarik anak-anak muda agar melihat sektor ini sebagai peluang, bukan beban. Ketahanan pangan tak bisa lepas dari peran generasi milenial,” tambah Charles.
Dari sisi GAPERKASINDO, Ketua Umum Hasyari Nasution menekankan pentingnya pendampingan teknis dan penyediaan sarana produksi. “Kami akan kembangkan model pengelolaan yang memastikan petani untung secara berkelanjutan. Inovasi, terutama dalam penyediaan pupuk dan nutrisi tanaman, harus diutamakan agar hasilnya optimal,” katanya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 21-27 Mei 2025 Melorot Rp193,38 per ton
Hasyari mengungkapkan perlunya solusi jangka panjang terhadap masalah klasik seperti kelangkaan pupuk. Menurutnya, pendekatan inovatif sangat penting agar produktivitas meningkat tanpa membebani petani.
Senada dengan itu, Ketua Umum Pemuda Tani, Budisatrio Djiwandono, menegaskan komitmennya terhadap isu pangan nasional. “Masalah pangan adalah masalah kemerdekaan dan keberlangsungan hidup. Pemuda Tani akan selalu mendukung terobosan apa pun untuk mewujudkan ketahanan pangan. Padi gogo adalah salah satu strategi kunci yang perlu kita dorong bersama,” tegasnya. (T2)
