Workshop ini diikuti oleh sekitar 30 peserta dari berbagai instansi dan lembaga, termasuk Disnakertrans, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanbunkan), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta perwakilan perusahaan dan serikat pekerja.
Dengan mengedepankan kolaborasi dan komitmen bersama, Subulussalam ingin menunjukkan bahwa industri sawit dapat tumbuh tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dalam penghormatan terhadap hak-hak pekerja dan keberlanjutan sosial. (*)
Laporan Nukman Suryadi Angkat
