Senada dengan itu, Sri Widanarni menyatakan bahwa program ini sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Tengah, di mana pertanian dan perkebunan menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. “Kerja sama antara Agriterra dan FORTASBI menjadi contoh sinergi yang tepat sasaran,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto menilai bahwa pendirian pabrik sawit oleh koperasi menjadi tonggak penting menuju kemandirian ekonomi lokal.
“Inilah bentuk nyata pemberdayaan petani dan upaya menempatkan mereka bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai nilai sawit yang berkelanjutan,” ucapnya.
BACA JUGA: Kebijakan ISPO: Jalan Menuju Berkelanjutan atau Pembatas Pangan dan Energi
Dengan semangat hilirisasi dan kolaborasi lintas pihak, Kotawaringin Barat kini membuka jalan bagi model baru industri sawit yang lebih adil, berdaya, dan berkelanjutan. (T2)
