InfoSAWIT, KOTAWARINGIN BARAT – Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tengah menapaki babak baru dalam pengelolaan kelapa sawit. Lewat inisiatif koperasi, para petani sawit swadaya berupaya memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok industri sawit dengan membangun pabrik pengolahan sendiri.
Selama ini, petani kecil di Kotawaringin Barat kerap menghadapi tantangan klasik, yakni terbatasnya akses pasar dan minimnya fasilitas pengolahan membuat harga jual tandan buah segar (TBS) mereka tidak kompetitif. Melihat kenyataan itu, Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya (KSMJ) yang berbasis di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, sejak 2021 mulai menggagas pendirian pabrik CPO (crude palm oil) yang sepenuhnya akan dikelola oleh koperasi.
Uniknya, pabrik ini akan beroperasi dengan prinsip keberlanjutan. Pasokan TBS berasal dari petani swadaya bersertifikasi RSPO dan ISPO, menjadikannya pabrik CPO hijau yang mengedepankan aspek lingkungan dan kesejahteraan petani.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (27/5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Turun Tipis
Langkah KSMJ ini mendapat dukungan konkret dari Uni Eropa melalui program Palm Step (Peningkatan Keberlanjutan dan Keterlacakan Minyak Sawit), hasil kolaborasi antara FORTASBI dan Agriterra lewat inisiatif EU Switch Asia. Program ini tidak hanya memastikan produksi sawit yang bebas deforestasi, legal, terlacak, dan berkelanjutan, tetapi juga membantu koperasi mempersiapkan diri dalam pengelolaan pabrik.
Peluncuran resmi program Palm Step digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, di Aula Agrowisata Koperasi Tani Subur, Desa Pangkalan Tiga. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM Panel Barus mewakili Menteri Koperasi dan UKM, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam HE Denis Chaibi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Sri Widanarni, dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto.
Dalam sambutannya, Panel Barus menegaskan bahwa pendekatan koperasi dalam pengembangan industri sawit sangat sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo.
BACA JUGA: RSPO Dorong Petani Sawit Mandiri Beralih dari Kredit ke Penjualan Fisik
“Kementerian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas program ini. Palm Step menjawab berbagai tantangan dalam industri sawit, mulai dari isu lingkungan hingga penguatan daya tawar petani kecil,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari laman Fortasbi, Rabu (28/5/2025).
