Program ini juga akan memperkuat posisi Rokan Hulu sebagai contoh konkret lanskap sawit berkelanjutan di Indonesia. Dengan menyatukan keahlian berbagai pihak—dari sektor bisnis, LSM, hingga komunitas lokal—inisiatif ini membuka jalan bagi industri sawit yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan ekologis.
“Produksi sawit berkelanjutan hanya bisa dicapai jika petani swadaya diberi akses pada sumber daya dan pasar,” kata Jakob Ryding, Senior Director of Projects Preferred by Nature. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini krusial dalam menjawab tantangan sistemik yang dihadapi industri sawit.
Executive Director SAN, Jose Joaquín Campos, juga menyoroti bahwa gabungan praktik pertanian regeneratif dan solusi berbasis alam dapat secara bersamaan meningkatkan kesejahteraan petani dan memulihkan ekosistem.
BACA JUGA: SPKS Desak Pemerintah Danai Sertifikasi ISPO dan Berikan Insentif Bagi Petani Sawit
CEO Agriterra, Marco Schouten, menyatakan bahwa penguatan asosiasi pekebun menjadi prioritas utama. “Asosiasi yang kuat akan membuka jalan bagi daya tahan finansial dan akses pasar yang lebih luas bagi petani.”
Dengan skema kerja sama yang komprehensif ini, Rokan Hulu Landscape and Livelihoods Initiative tak hanya menjadi proyek pemberdayaan petani, tetapi juga tonggak menuju transformasi sistemik dalam produksi minyak sawit nasional. (T2)
